Rabu, 20 Mei 2020

Aktivitas yang Aku Rindukan (Ketika Covid-19)

Aktivitas yang Aku Rindukan (Ketika Covid-19)


Ketika 2020 mulai, aku ingin sekali tahun ini menyenangkan seperti tahun sebelumnya.
Aku ingin tahun ini hebat, namun ternyata, 2020 dimulai dengan banjir besar di Jakarta sampai pandemi virus Corona saat ini. Walaupun aku nyaman di rumah, aku merasa kecewa dan bosan, karena pandemi ini membuatku rindu melakukan banyak aktivitas.
Pertama, aku rindu menghabiskan waktu dengan ketiga sahabatku, Dita, Ruben,
dan Thomas. Sudah lima tahun setengah kami berempat bersahabat.
Kami sampai membuat nama geng untuk kami berempat. Awalnya F4, sekarang
Special Awesome Youth atau SAY. Kami sudah berkali-kali ngobrol dan main bersama
di rumah Dita dan Thomas. Aku juga pernah menonton bersama mereka,
tapi belum berempat. Sekarang kami hanya bisa mengobrol lewat pesan atau
video call.
Kedua, aku kangen ikut pameran dan acara-acara lain yang bertema autisme.
Aku dan ketiga sahabatku sudah banyak mengikuti pameran yayasan-yayasan autis
bersama. Kami jualan karya-karya buatan kami sendiri, bertemu banyak teman baru,
dan jadi narasumber. Selain itu, kami juga ikut aktivitas bertopik autisme,
cuma belum berempat. Aku sendiri suka ikut kegiatan-kegiatan ini
karena menyenangkan dan jadi nambah pengalaman.  
Ketiga, aku rindu Muay Thai di tempat dekat rumahku. Sejak aku homeschooling,
aku mulai menekuni Muay Thai sebagai olahraga. Aku jadi belajar self-defense
saat melakukan tinju ala Thailand ini. Walaupun pemanasannya gila, aku paling suka
latihan one on one dengan pelatihnya, karena aku jadi banyak bergerak
sampai berkeringat.
Keempat, aku rindu les berenang. Jadi aku mulai menekuni dua olahraga.
Sejauh ini, aku sudah bisa dua gerakan, yaitu gaya bebas dan gaya katak. Aku juga
pernah belajar gaya punggung, tapi belum 100% bisa. Aku paling suka melakukan
gaya katak.
Kelima, aku rindu ke mal. Aku rindu makan di beberapa restoran yang aku suka,
belanja baju, ke toko buku, dan ke bioskop. Beberapa kegiatan bertema autisme
juga pernah dilaksanakan di mal. Aku nggak sabar buat ke mal lagi setelah
pandemi ini selesai. 
Keenam, ke bioskop. Ketika aku tertarik dengan beberapa film baru,
aku jadi ingin ke bioskop. Aku suka menonton di bioskop dengan paket popcorn
dan minuman soda merah. Saat adegan lucu datang, aku tertawa dengan para
penonton. Aku telah beberapa kali nonton di bioskop bersama
keluarga atau sahabat-sahabatku. Sekarang, banyak film batal tayang di bioskop
gara-gara Covid 19. Ugghh! Aku jadi benci 2020.
Ketujuh, aku rindu menghabiskan waktu dengan sepupu-sepupu,
Om, Tante, dan Oma Ine (Nenekku yang dari Belanda dan
merupakan Ibu dan Papaku). Walaupun aku beserta saudara-saudaraku lebih sering
main dengan gadget masing-masing, aku tidak lupa berkomunikasi dengan mereka.
Lagi pula, keluarga itu hal terpenting. Kami lebih sering berkumpul ketika lebaran.
Hanya saja, pandemi corona tahun ini membuat kami tidak bisa lebaran bersama.
Jadi kami hanya lebaran di rumah deh! Aku sangat kecewa.
Kedelapan, rindu liburan keluar negeri. Aku sudah liburan ke empat negara,
yaitu Singapura (Banyak), Hong Kong, Jepang (Dua kali), dan Korea Selatan.
Sekarang aku ingin sekali ke negara lain. Yang mau banget aku kunjungi adalah Eropa,
karena sebagian keluarga Papaku tinggal di Belanda (Sebab Papaku Indonesia-Belanda).
Selain itu, aku ingin sekali ke Jerman karena aku punya sahabat pena di negara tersebut.
Terakhir, rindu liburan keluar daerah. Aku sudah liburan ke Bandung (Banyak, karena aku
punya sepupu-sepupu di Cimahi), Surabaya, Yogyakarta, Bali, dan Malang.
Sekarang aku ingin ke daerah lain, seperti Lombok, Makassar (Tempat tinggal
almarhum Opa dari Mama), Gorontalo (Tempat tinggal almarhum Oma dari Mama),
atau daerah lain.
Karena merindukan kegiatan-kegiatan tersebut, aku ingin sekali pandemi corona ini selesai.
Aku berharap Indonesia bebas dari Covid 19, supaya kita bisa kembali beraktivitas di luar rumah.

******

Kamis, 16 April 2020

Cerita Olivia

Cerita Olivia
Namaku Olivia. Aku satu dari dua bersaudara. Cuma aku tidak tahu 
siapa yang duluan lahir, aku atau saudaraku,Oggy. Ibu kami tidak pernah
memberitahu kami. Tapi tak apa. Aku tidak dekat dengan Oggy. Kami berbeda kesukaan.

Kami sudah lama tinggal di Jakarta bersama keluarga Husein.

Ada empat anggota di keluarga ini. Mereka sayang pada kami
Hanya saja, yang paling dekat dan sangat menyukaiku adalah
gadis cantik dan berkacamata yang bernama Fairuz yang juga
bisa dipanggil Fai.
Dia sulung dari dua bersaudari. Adiknya perempuan dan bernama Lila.
Hampir setiap pagi aku berdiri di depan pintu kamar Fai dan Lila,
hanya untuk menunggu Fai bangun, lalu ia menghampiri dan mengelusku.
Aku terus memanggil, tapi tidak ada jawaban sampai Mama Fai
memutuskan untuk membuka pintu kamar untukku supaya bisa masuk.
Seperti biasa, kamar Fai dan Lila dingin bagai kulkas karena ber-AC.
Tapi aku tetap hangat.
Tak lama kemudian, sulung dari dua bersaudara ini bangun.
Ia kaget melihatku ada di kamarnya. Jadi nggak bisa lanjut tidur deh!
Hehehe…maaf ya Fai.
Setelah itu, baru deh gadis berambut tebal ini mengelusku.
Rasanya enak, seperti kehangatan menyelimuti badanku.
Aku jadi ingin tidur. Kadang aku suka dielus di luar---ketika aku di atas meja
atau kursi makan---atau di dalam kamarnya---ketika aku di atas meja belajar Fai
atau kursi Lila.
Namun kadang-kadang Fai lagi tidak mau mengelusku karena
sudah cuci tangan, sibuk main, sibuk belajar, dan lain-lain.
Aku jadi sedikit sedih. Tapi tetap saja gadis pecinta warna pink ini suka mengelusku.
Selain dielus sama Fai, terkadang aku juga suka tidur bersama Papanya,
baik di kamar orangtua Fai atau kamar almarhum Opa,
soalnya aku juga dekat dengan Papa yang selalu menyiapkan makanan enak untukku,
yaitu ikan-ikan lezat dari kaleng.
Cuma tidak hanya aku yang diberi makan.
Aku punya dua teman, yaitu Cito dan Snowy yang kadang-kadang jail sama aku.
Awalnya Snowy ditemukan Mama di dalam kotak buah-buahan
yang dibawa petugas berseragam oranye. Tidak tahu apakah Snowy memang miliknya
atau bukan, karena koq tega menyekap Snowy.
Dia membawa Snowy untuk temannya karena mau membeli Snowy, tapi nggak jadi.
Waktu Mama tanya, si petugas berseragam oranye bilang bahwa
Snowy mau dibuang saja. 
Mama kasihan pada Snowy. Mukanya pucat dan kelihatan ketakutan.
Jadi Mama minta izin sama Papa
untuk membawa Snowy pulang, dan ia setuju.
Akhirnya ia tinggal bersamaku. Sebelumnya aku susah menerima teman baru,
tapi tak lama kemudian aku berusaha menerimanya walaupun kadang-kadang ia nakal.
Sementara Cito yang paling nyebelin banget.
Aku lagi tidur, digangguin. Aku lagi jalan digangguin.
Bahkan, ia pernah mendorongku sampai aku jatuh.
Karena itu Fai kadang-kadang menyelamatkanku dari si nakal itu.
Namun ia kadang-kadang ditegur Papanya untuk tidak mengganggu kita berdua.
Walaupun Cito hanya mengajakku main,
tetap saja aku tidak suka pada si nakal itu. Ia tetap saja mengganggu.
Pokoknya Cito itu yang paling nakal deh! Uugghh!!
Walaupun aku sayang sama Fai,
ada beberapa hal yang bikin aku kesal padanya.
Contohnya, ia suka memelukku. Caranya, gadis 20 tahun ini
membawaku ke pangkuan, lalu aku dirangkul.
Aku tidak terlalu suka dipeluk. Aku paling suka dielus saja.
Cuma kadang-kadang aku lagi nggak mau dielus.
Karena itu, aku menolak dengan cara mencakar tangan Fai.
Maaf ya! Aku lagi nggak mau disentuh sama kamu! Lain kali aja!
Tapi aku tetap sayang sama perempuan ini.
Setiap manusia pasti pernah berbuat salah. Begitu pula dengan binatang.
Aku pernah berbuat salah, dan aku jadi kecewa dengan diriku sendiri.
Aku juga dimarahi oleh Mamanya Fai.
Salah satu kesalahan yang pernah kubuat adalah
ketika kabur dari Om, Tante, dan Sepupu-Sepupu Fai yang ingin menginap,
aku melompat ke rak kecil dekat meja makan.
Lalu saat mereka turun ke lantai pertama, aku melompat ke lantai
dan tiba-tiba…
BRAK!
Rak yang aku lompati jatuh ke depan kamar mandi Papa.
Semuanya kaget. Mama marah.
Aku langsung lari dan sembunyi dari Fai dan keluarganya.
Huhuhu…maafkan aku semuanya! Aku menyesal banget.
Karena aku sangat takut dengan tamu. 
Namun kesalahanku yang paling besar adalah
pergi dari rumah selama dua bulan.
Aku sedang sibuk mencari makan di luar.
Aku ingin pulang ke rumah Fai , tapi aku malah tidak tahu
jalan pulang ke situ.
Akhirnya aku tersesat sampai badanku berubah dari gendut ke kurus.
Aku rindu Fai. Aku mau pulang!
Dua bulan kemudian, aku kembali ke rumah,
tapi dengan keadaan kurus. Aku lega akhirnya bisa pulang dan ketemu
dengan Fai dan keluarganya lagi. Aku masih suka keluar rumah,
tapi aku akan selalu pulang ke rumah. Lagi pula kan, aku kucing favorit Fai!

******

Minggu, 02 Juni 2019

Liburan ke Jepang 2


Liburan ke Jepang 2

Dua tahun yang lalu, aku dan keluargaku liburan ke Jepang untuk kedua kalinya.  Liburan ini berbeda dari liburan pertamaku di sana, karena di liburan kedua, kami memakai program Halal Tour---tour khusus untuk turis muslim. Artinya, kami bisa shalat dan makan di restoran halal. Kami juga ditemani mahasiswa mama yang menjadi tour guide di Halal Tour ini. Selain itu, kami pergi ke empat kota. Yaitu Osaka, Kyoto, Kobe, dan Nara. Kita juga merayakan tahun baru 2018 di liburan ini. Aku lupa kita pergi kemana saja di liburan kedua ini, tapi ada beberapa hal yang aku suka mengenai liburan kedua ini.
            Pertama, naik Shinkansen. Setelah sampai di negeri Sakura, kami menaiki Shinkansen---kereta cepat di negara ini dari Osaka ke Kyoto. Rasanya hampir sama seperti naik MRT, cuma Shinkansen lebih cepat bagai roket. 

Aku dan Lila di Depan Shinkansen
            Kedua, mendatangi kuil. Disitulah orang-orang Jepang beribadah, karena mayoritas penduduk Jepang adalah Shinto dan Buddha. Banyak sekali kuil yang kami kunjungi di liburan kedua ini, namun aku paling suka Golden Temple, karena kuil itu seperti terbuat dari emas sungguhan.
Aku dan Keluarga di Depan Golden Temple
            Ketiga, melihat salju untuk pertama kali. Di Indonesia dan Singapura, kita pernah bermain di tempat bersalju, tapi saljunya tidak sungguhan. Jadi ketika sampai di Kobe, Alhamdullillah. Kami merasa beruntung melihat salju sungguhan di negara empat musim untuk pertama kalinya. Seperti cahaya-cahaya putih dari langit. Wow!
Aku dan Salju Sungguhan di Jepang
            Keempat, memakai kimono. Di Kyoto, kami pergi ke Toei Kyoto Studio Park---tempat syuting film samurai Jepang dan ninja. Di situlah aku dan Mama pergi ke studio foto di tempat itu. Setelah memakai kimono, sandal, dan rambut palsu, kami berdua terlihat seperti ratu dan putri kekaisaran Jepang. Hehehehe!
Aku dan Mama Memakai Kimono
            Kelima, melihat banyak rusa. Ketika mengunjungi Nara, kami melihat banyak sekali rusa. Ada yang punya tanduk, dan ada juga yang tidak punya tanduk. Mereka imut sekali. Mereka juga suka makan Senbei atau makanan ringan Jepang yang terbuat dari tepung beras. Karena itu, kami membeli, lalu memberikan Senbei kepada para rusa.
Aku dan Rusa-Rusa Nara
            Keenam, melihat proses pembuatan Mochi atau kue Jepang. Di Nara, selain melihat rusa, kami melihat para chef membuat Mochi dengan lincah. Kenapa, karena setelah adonan kue ini ditambahkan air, dua chef bergantian menghantam adonan Mochi dengan palu kayu yang besar. Sekarang aku tahu cara tradisional orang Jepang membuat Mochi.
            Ketujuh, akuarium Osaka. Banyak sekali fauna laut yang aku lihat di tempat wisata bahari itu. Ada penguin, singa laut, lumba-lumba, hiu, dan lain-lain. Bahkan, hiu paus juga ada, lho! Aku paling suka melihat hiu paus, karena ia adalah hiu terbesar di dunia bagai kapal selam.
Aku dan Lila di Depan Akuarium Osaka
            Kedelapan, Universal Studios Jepang di Osaka. Sama seperti Singapura, negeri Sakura juga punya tempat bermain ini. Hanya saja, Universal Studios ini agak berbeda dari Singapura. Karena tempat ini mempunyai zona Harry Potter dan Despicable Me. Banyak aktraksi yang kami naiki di Universal Studios Jepang, dan sebagian aktraksi yang kami naiki termasuk extreme, artinya aktraksi itu bahaya bagi anak-anak kecil, pengindap asma, dan lain-lain. Bahkan setelah bermain di tempat ini, Mama sudah tidak mau lagi menaiki aktraksi extreme. Namun aku cukup senang main di Universal Studios Jepang. Aktraksi yang paling suka aku naiki adalah Despicable Me: Minion Mayhem, karena aktraksi ini seperti menaiki roller coester.
            Kalau saya bisa membandingkan liburan ini dengan liburan pertama, saya paling suka liburan kedua karena empat kota yang dikunjungi, melihat salju sungguhan untuk pertama kali, dan memakai kimono. Aku senang bisa pergi ke Jepang lagi.
******

Sabtu, 27 April 2019

Anyeong Haseyo! Liburan Ke Korea


Anyeong Haseyo! Liburan Ke Korea

Tahun 2019 ini, aku dan keluargaku liburan ke Korea Selatan. Walaupun aku menyukai budaya Jepang, tetap ingin tahu budaya Korea seperti apa.           
Kami pergi ke negara ini dengan paket tur. Artinya, kami bergabung dengan turis-turis lainnya. Ada tour leader---pemandu wisata yang memimpin rombongan supaya liburan berlangsung lancar dan tour guide---pemandu wisata yang bertugas menunjukkan destinasi yang dikunjungi turis. Nama tour leader-nya sama kayak aku, jadi supaya nggak bingung, aku dipanggil Fai. Hehehe...Sementara tour guide kami asli orang Korea dan lancar berbahasa Indonesia lho! Ia telah tinggal Indonesia selama 10 tahun.
Liburan di Korea berlangsung selama 4 hari 3 malam. Pada hari pertama, kami pergi ke kuil Gyeongbokgung, National Folk Museum of Korea ---museum budaya Korea, Everland dan Korean Cultural Center. Kuil Gyeongbokgung terlihat seperti istana kaisar Tiongkok. Di sebelahnya ada museum budaya Korea tempat kita belajar kebudayaan negara ini.

Aku dan Adikku di Kuil Gyeongbokgung

           Kemudian kami pergi ke Everland, tempat bermain yang mirip Dufan dan Universal Studio. Kenapa? Karena ada aktraksi yang sama seperti yang di Dufan dan tokoh-tokoh yang mirip di film Madagascar. Di situ, para turis berpencar. Aku dan keluargaku menaiki kereta gantung. Kami cuma sebentar saja di Everland karena kita harus ke Korean Cultural Center. Di situlah kita belajar membuat kimchi dan berfoto dengan hanbok---pakaian tradisional Korea. Aku dan keluargaku terlihat seperti keluarga kekaisaran setelah memakai hanbok.


Aku dan Keluargaku Sebagai Keluarga Korea

            Pada hari kedua, kami belajar main ski dekat hotel tempat kami menginap satu malam. Mama dan Papa menikmatinya, namun aku dan adikku tidak. Kenapa? Karena sepatu ski yang kita pakai sangat berat. Selain itu, kita juga harus belajar cara jatuh selain ski. Uugghh! I’ll never go skiing again!
            Setelah ski, aku dan para turis pergi ke Naminara Republic alias Nami Island. Ini tempat syuting drama Korea Winter Sonata. Walaupun tidak nonton drama Korea, aku suka sekali tempat ini karena banyak patung es. Bahkan, patung sepatu kaca Cinderella juga ada lho! Cuma patung es cuma ada di musim dingin. Jadi untung liburan ke Korea-nya pas musim dingin! 


Aku dan Patung Sepatu Kaca di Nami Island

            Malamnya, kami pergi ke kebun cahaya. Ornamen yang ada di situ kelihatan terang seperti sedang Natal. Kebun ini ramai sekali, tapi aku suka melihat miniatur-miniatur cahayanya. 


Aku dan Keluarga di Kebun Cahaya

           Pada hari ketiga, kami hanya berbelanja. Salah satu barang yang kami beli adalah obat-obatan herbal yang terbuat dari ginseng dan pinus merah. Keduanya sangat berguna untuk kesehatan, sekaligus menyembuhkan beberapa penyakit seperti darah tinggi, diabetes, penyempitan pembuluh darah, dan lain-lain.
            Setelah belanja, kami pergi menonton The Painters Hero, pertunjukan empat penari yang juga pelukis. Mereka mempertunjukan banyak lukisan dengan air, cahaya, dan pasir. Aku suka bagian masing-masing penari melukis bagian-bagian wajah, lalu semua bagian disatukan menjadi lukisan wajah selebriti. Orang-orang terkenal yang ditampilkan adalah Michael Jackson dan Bruce Lee. Kaisar dan binatang juga dilukis. Aku suka sekali lukisan-lukisan di pertunjukkan itu. Oya, selain melukis, the painters juga melawak, lho! Mereka sama sekali tidak bicara (bukan beneran nggak bisa bicara, ya!), tapi mereka pandai menarik perhatian penonton dengan lucu-lucuan mereka.

Aku, Adikku, dan The Painters

           Begitulah liburanku di Korea. Karena kita liburan dengan paket tur, semuanya serba diburu-buru. Namun aku tidak akan melupakan liburanku ke negara ini. Apakah ada yang pernah keluar negeri dengan paket tur?
******
           

Sabtu, 20 April 2019

Jakarta Aquarium: Akuarium Kedua di Jakarta

Jakarta Aquarium: Akuarium Kedua di Jakarta


Satu hari, aku dan teman-teman berkebutuhan khususku, Dita, Ruben, Thomas, Jo, Noel,
dan Kak Adikki pergi hangout di Jakarta Aquarium, akuarium kedua di Jakarta
setelah Seaworld Ancol.
Akuarium ini terletak di Neo Soho, Podomoro City Mall. Tempat ini dipersembahkan
Taman Safari Indonesia yang berkolaborasi dengan Aquaira KLCC Malaysia.
Jakarta Aquarium memiliki 600 fauna. Diantara lain grouper---ikan raksasa,
hiu yang iar, pari yang ekornya menyengat, kepiting yang akan mencapit kalau kita ganggu,
dan lain-lain. Selain satwa laut, zona wisata bahari ini juga mempunyai
hewan-hewan darat seperti ular yang biasa ganti kulit, musang yang lucu,
pinguin yang mengingatkanku pada film serial Pingu, serta iguana yang mengingatkanku
pada Pascal dari film Tangled.
Sama seperti di Seaworld Ancol, Jakarta Aquarium memiliki touchpool---kolam sentuh
dimana pengunjung bisa menyentuh bintang laut, hiu, atau pari. Diantara semua fauna itu,
aku hanya merasakan kerasnya kulit bintang laut dan berlendirnya kulit pari.
Ada juga terowongan berang-berang supaya kita bisa mengintip keseharian mereka
dan satu akuarium yang mempunyai kolong agar kita bisa berfoto di dalamnya.
Aku dan Teman-Teman Berkebutuhan Khususku dari kiri atas ke kanan bawah:
Dita, Thomas, Jo, aku, Ruben,  Noel, dan Kak Adikki di Jakarta Aquarium
Akuarium ini juga memiliki banyak aktraksi dan acara yang para pengunjung
bisa nikmati, seperti aquatrekking---jalan-jalan di bawah laut,
sea explorer---merasakan menjelajah lautan naik kapal selam,
dan pertunjukkan cerita Pearl of the South Sea. Aku belum pernah menaiki aktraksi
dan menonton pertunjukkan di akuarium ini, tapi kalau aku ke Jakarta Aquarium lagi,
aku ingin mencoba aktraksi-aktraksi tersebut dan menonton pertunjukkannya.
Tempat wisata bahari ini juga memiliki program Aquacamp---kegiatan kemah
di akuarium. Jadi kita menginap bersama fauna-fauna laut, lho!
Aku tidak bisa membedakan akuarium mana yang lebih bagus;
Seaworld Ancol atau Jakarta Aquarium. Keduanya sama-sama bagus, sih.
Cuma menurutku, Jakarta Aquarium-lah yang paling bagus karena ada
beberapa satwa yang belum pernah aku lihat dan aktraksi-aktraksi yang lebih menarik.
Tapi bukan berarti aku meremehkan Seaworld Ancol, ya! Karena kedua akuarium ini
sama-sama mempunyai pelajaran untuk melestarikan laut.

******

Selasa, 23 Oktober 2018

My Life as a University Student: The Beginning: Part 1


My Life as a University Student: The Beginning: Part 1

                It’s not easy for special needs person to look for a perfect university to continue their study. At the beginning I couldn’t decide on where I should continue my study. I was confused to choose between private or state university, but at the end, I decided to take the exams for both of them. I didn’t pass the state university exam. However, Alhamdullillah, I got accepted in a private university called Sampoerna University (or SU for short).
            There are so many things that I like about this campus. First, SU is located inside a building, that makes it very different from other campuses. So instead of moving from building to building, I just move from floor to floor, and it’s convenient for me. I feel safe and not confuse. Second, the lecturers and friends are very nice to me. They accept me the way I am. The university has had experiences with special needs students before. One or them is my friend Kak Adikki, who had just graduated (So you see, a person with special needs is able to get an university degree). Third, this campus provides tutorial program who helps student who don’t understand a subject.
        To help my study, there is an academic advisor. He is a lecturer who helps me to manage my study and assist me solving my academic problem. There is also a student counselor (psychologist) who can help you with your non-academic problems. SU also has plenty of student activities. I myself join choir and Japanese Club. 
          The location of the campus is not far from my house. So my parents urged me to take Gojek. At first I was nervous, but then I get used to it. I feel convenient because I don’t have to wait long (I used to have a driver to pick me up, but I had to wait for sometimes).
         Entering university is a new challenge for me. I find lots of new lessons which are different. But I’m determined to conquer my fear and be open-minded with new lessons. 
******

Selasa, 17 Oktober 2017

Makan Malam Best Buddies

Makan Malam Best Buddies

            Pada tanggal 20 September 2017, Best Buddies Indonesia mengadakan Best Buddies Fundraising Dinner Gala. Acaranya dilaksanakan di Restoran Correlate milik Chef Juna Rorimpandey. Aku pergi ke sana bersama Mama dan adikku.
            Sesampainya di restoran, aku bertemu lagi dengan Tante Lanny Darmawan, country directornya Best Buddies Indonesia. Kami mengobrol mengenai apa yang aku lakukan sekarang. Lalu acara dimulai dengan berbagai sambutan, termasuk dari Stephanie Handoyo selaku atlit Special Olympics yang ikut presentasi denganku di Sekolah Bogor Raya tahun lalu, kepala Sekolah Pelita Harapan dan Tante Lanny.


Aku dan Country Director Best Buddies



Aku dan Stephanie

            Setelah sambutan-sambutan selesai, ada penampilan tari oleh para anak berkebutuhan khusus dan murid-murid Sekolah Pelita Harapan bernyanyi. Makan malam buatan Chef Juna disajikan ketika jeda.
            Untuk hidangan pembuka, kami disajikan sup jamur. Untuk hidangan utama, kami disajikan ayam goreng dengan kubis, sementara untuk hidangan penutup, aku, Lila, dan Mama diberikan makanan yang berbeda. Aku disajikan kue biji opium (Bahasa Inggris: Poppy Seed), sementara Lila dan Mama disajikan hidangan coklat bernama Seven Deadly Sins.


Hidangan-Hidangan Chef Juna

            Setelah acara selesai, aku berfoto bersama Chef Juna. Walaupun sebelumnya aku ded-degan, aku kemudian menarik napas, lalu aku berjabat tangan dan berfoto dengan Chef Juna. Aku senang dapat berfoto dengan Chef Juna, walaupun sebelumnya aku deg-degan, dan aku tidak akan melupakan malam ini.


Aku dan Chef Juna