Sabtu, 20 April 2019

Jakarta Aquarium: Akuarium Kedua di Jakarta

Jakarta Aquarium: Akuarium Kedua di Jakarta


Satu hari, aku dan teman-teman berkebutuhan khususku, Dita, Ruben, Thomas, Jo, Noel,
dan Kak Adikki pergi hangout di Jakarta Aquarium, akuarium kedua di Jakarta
setelah Seaworld Ancol.
Akuarium ini terletak di Neo Soho, Podomoro City Mall. Tempat ini dipersembahkan
Taman Safari Indonesia yang berkolaborasi dengan Aquaira KLCC Malaysia.
Jakarta Aquarium memiliki 600 fauna. Diantara lain grouper---ikan raksasa,
hiu yang iar, pari yang ekornya menyengat, kepiting yang akan mencapit kalau kita ganggu,
dan lain-lain. Selain satwa laut, zona wisata bahari ini juga mempunyai
hewan-hewan darat seperti ular yang biasa ganti kulit, musang yang lucu,
pinguin yang mengingatkanku pada film serial Pingu, serta iguana yang mengingatkanku
pada Pascal dari film Tangled.
Sama seperti di Seaworld Ancol, Jakarta Aquarium memiliki touchpool---kolam sentuh
dimana pengunjung bisa menyentuh bintang laut, hiu, atau pari. Diantara semua fauna itu,
aku hanya merasakan kerasnya kulit bintang laut dan berlendirnya kulit pari.
Ada juga terowongan berang-berang supaya kita bisa mengintip keseharian mereka
dan satu akuarium yang mempunyai kolong agar kita bisa berfoto di dalamnya.
Aku dan Teman-Teman Berkebutuhan Khususku dari kiri atas ke kanan bawah:
Dita, Thomas, Jo, aku, Ruben,  Noel, dan Kak Adikki di Jakarta Aquarium
Akuarium ini juga memiliki banyak aktraksi dan acara yang para pengunjung
bisa nikmati, seperti aquatrekking---jalan-jalan di bawah laut,
sea explorer---merasakan menjelajah lautan naik kapal selam,
dan pertunjukkan cerita Pearl of the South Sea. Aku belum pernah menaiki aktraksi
dan menonton pertunjukkan di akuarium ini, tapi kalau aku ke Jakarta Aquarium lagi,
aku ingin mencoba aktraksi-aktraksi tersebut dan menonton pertunjukkannya.
Tempat wisata bahari ini juga memiliki program Aquacamp---kegiatan kemah
di akuarium. Jadi kita menginap bersama fauna-fauna laut, lho!
Aku tidak bisa membedakan akuarium mana yang lebih bagus;
Seaworld Ancol atau Jakarta Aquarium. Keduanya sama-sama bagus, sih.
Cuma menurutku, Jakarta Aquarium-lah yang paling bagus karena ada
beberapa satwa yang belum pernah aku lihat dan aktraksi-aktraksi yang lebih menarik.
Tapi bukan berarti aku meremehkan Seaworld Ancol, ya! Karena kedua akuarium ini
sama-sama mempunyai pelajaran untuk melestarikan laut.

******

Selasa, 23 Oktober 2018

My Life as a University Student: The Beginning: Part 1


My Life as a University Student: The Beginning: Part 1

                It’s not easy for special needs person to look for a perfect university to continue their study. At the beginning I couldn’t decide on where I should continue my study. I was confused to choose between private or state university, but at the end, I decided to take the exams for both of them. I didn’t pass the state university exam. However, Alhamdullillah, I got accepted in a private university called Sampoerna University (or SU for short).
            There are so many things that I like about this campus. First, SU is located inside a building, that makes it very different from other campuses. So instead of moving from building to building, I just move from floor to floor, and it’s convenient for me. I feel safe and not confuse. Second, the lecturers and friends are very nice to me. They accept me the way I am. The university has had experiences with special needs students before. One or them is my friend Kak Adikki, who had just graduated (So you see, a person with special needs is able to get an university degree). Third, this campus provides tutorial program who helps student who don’t understand a subject.
        To help my study, there is an academic advisor. He is a lecturer who helps me to manage my study and assist me solving my academic problem. There is also a student counselor (psychologist) who can help you with your non-academic problems. SU also has plenty of student activities. I myself join choir and Japanese Club. 
          The location of the campus is not far from my house. So my parents urged me to take Gojek. At first I was nervous, but then I get used to it. I feel convenient because I don’t have to wait long (I used to have a driver to pick me up, but I had to wait for sometimes).
         Entering university is a new challenge for me. I find lots of new lessons which are different. But I’m determined to conquer my fear and be open-minded with new lessons. 
******